Safrizal juga menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 juga menyebabkan terjadi penyesuaian atau refocusing APBD pada anggaran belanja langsung, semula Rp 3,601 triliun lebih, berubah menjadi Rp 2,877 triliun lebih atau berkurang Rp 724 miliar lebih.
Pada LKPj juga terungkap total dana reaalokasi (refocusing) anggaran bersama Pemprov dan kabupaten/kota untuk penangangan Covid-19 sekitar Rp 1,9 triliun melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19.
Untuk menindaklanjuti penyampaian LKPj Kepala Daerah Kalsel Akhir Tahun Aanggaran 2020, Ketua DPRD Kalsel Supian HK menyatakan akan membentuk empat panitia khusus (Pansus) untuk membahas rekomendasi dewan.
BACA JUGA :
Kunker Komisi IV DPRD Kalsel, Wabup HST Usul Pemprov Bangun Panti Jompo di Barabai
BACA JUGA :
Ketua Komisi I DPRD Kalsel: Masalah Sosial Jadi Kendala Capai Kesejahteraan Masyarakat
“Empat pansus yang akan dibentuk, yakni Pansus Bidang Pemerintahan dan Hukum, Pansus Bidang Ekonomi dan Keuangan, Pansus Bidang Pembangunan dan Infrastruktur serta Pansus Bidang Kesejahteraan Rakyat,” katanya.
Keputusan Ketua DPRD Kalsel membentuk empat Pansus disetujui seluruh anggota dewan yang hadir.

Rapat Paripurna DPRD Kalsel juga dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto dan unsur Forkopimda lainnya.
Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2020, diakhiri dengan saling lempar pantun antara Pj Gubernur Kalsel Safrizal dan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad







