BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terjadi sejak awal 2020 , berimbas terhadap pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi Kalsel Tahun 2020.
“Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2020 tak mencapai target, sedangkan Kinerja Perekonomian mengalami penurunan,” kata Pj Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA pada Rapat Peripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya H Supian HK, dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2020, Senin (29/3/2021).
Dalam LKPj 2020, Safrizal mengungkapkan, kinerja perekonomian Kalsel selama tahun 2020 mengalami penurunan dibanding Tahun 2019.
BACA JUGA :
Waket DPRD Kalsel Bang Dhin Kecam Bom Bunuh Diri di Makassar, Imbau Warga Tak Takut Beribadah
BACA JUGA :
Waket DPRD Kalsel Bang Dhin Ingatkan Penyederhanaan Birokrasi di Pemprov Jangan Asal Pilih Pejabat
Dibanding Tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,08 persen, pertumbuhan ekonomi Kalsel Tahun 2020 minus 1,81 persen.
“Namun, pertumbuhan ekonomi Kalsel 2020 masih lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 2020 yang minus 2,07 persen,” kata Safrizal.

Pj Gubernur Kalsel menyampaikan, pendapatan daerah hanya terealisasi sebesar 93,89 persen atau sebesar Rp 6,309 triliun lebih, dari target Rp 6,720 triliun lebih.
Sementara, pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget Rp 3,124 triliun lebih, hanya terealisasi 91,56 persen atau Rp 2,860 triliun lebih.
Pendapatan transfer Tahun 2020 dianggarkan Rp 3,497 lebih, hanya terealisasi 96,19 persen atau sebesar Rp 3,364 triliun lebih atau .
Target lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 98,694 miliar, hanya terealisasi sebesar 85,87 persen atau Rp 84,747 miliar lebih










