Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur NTT, 67 Orang Meninggal, Puluhan Orang Hilang

Terdapat tiga kecamatan yang terdampak yakni, Kecamatan Ile Boleng, Kecamatan Adonara Timur dan Wotan Ulumado.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli menjelaskan, sebanyak 63 warga di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, NTT, tewas tertimbun longsor dan empat orang dari desa Waiburak dan dari kelurahan Waiwerang Kota.

Di Kecamatan Adonara Timur, banjir menewaskan empat orang dan memporakporandakan puluhan rumah warga di Waiwerang, Kelurahan Waiwerang Kota dan Desa Waiburak.

BACA JUGA :
Video Bus Rombongan Pelajar SMP Masuk Jurang di Sumedang, 27 Orang Tewas

Agustinus telah meminta BPBD Flores Timur serta berbagai pihak untuk turun ke lapangan mengevakuasi para korban.

Disebutkan, longsor disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Sabtu 3 April 2021 hingga Minggu 4 April 2021.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 4 April 2021, dini hari. (tangkaplayar CNNIndonesia)

Selain longsor, hujan deras juga mengakibatkan sejumlah wilayah di daerah itu terendam banjir.

Korban meninggal dilaporkan paling banyak terjadi di wilayah Desa Lamanele, Kecamatan Ile Boleng. Selain korban meninggal, diperkirakan masih ada puluhan orang yang dilaporkan hilang.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Raditya Jati mengatakan, ratusan orang terlibat dalam upaya penyelamatan, tetapi distribusi bantuan dan bantuan terhambat oleh pemadaman listrik, jalan yang diblokir dan terpencilnya daerah yang dikelilingi oleh air berombak dan gelombang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *