Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Flores Timur NTT, 67 Orang Meninggal, Puluhan Orang Hilang

Sementara itu ,Camat Adonara Timur, Damianus Wuran menyebut keterbatasan alat berat di daerahnya menghambat upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kabupaten Flores Timur.

Bahkan hingga saat ini, warga setempat masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian.

Alasannya persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana serupa di Kecamatan Ile Boleng.

BACA JUGA :
Kronologis Pekerja Tertimbun dan Terjebak Dalam Lubang Tambang Batu Bara di Mentewe Tanah Bumbu

“Karena korban yang di Ile Boleng lebih banyak sehingga evakuasi alat berat diprioritaskan ke sana, kami kesulitan alat berat. Sehingga, pencarian korban jadi lambat,” katanya.

Video kedahsyatan banjir bandang di Flores Timur yang  menyebabkan jembatan konstruksi besi beton menjadi miring tersebut diunggah akun Twitter Muhajier Musa@muhajier89.

“Mhon doa dari saudara/i dimnpun berada.Kmi di NTT sedang diuji Allah SWT dgn hujan dan angin puting beliung.bnyk phon tumbng, atap2 rumah rusak.listrik padam,Trjadi banjir, tnah longsor. Smga kita semua bisa melalui dgn ksabrn, ktbahn & diselmtkn.aamin tolong up,” tulisnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan pihaknya akan menyiapkan 10 ribu kit tes antigen di wilayah Flores Timur untuk mencegah penularan covid-19 di pengungsian.

Menurutnya, meski dalam kondisi dirundung bencana BNPB tetap mengedepankan protokol kesehatan selama menanggulangi bencana banjir di Flores.

Mereka tak ingin penanganan pandemi diabaikan saat ada bencana alam.

Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *