Pada kesempatan itu, Supian HK juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel Syamsir Alam yang telah menyampaikan kondisi sektor pertanian pascabanjir dan data-data pendukung untuk pemulihan ekonomi sektor pertanian pasca banjir.
Menurut Kadis TPH Kalsel, ribuan petani di Kalsel harus menanggung kerugian akibat ribuan hektare tanaman padi mereka terendam banjir dan menyebabkan sebagian besar padi gagal panen alias fuso.
“Berdasarkan laporan tenaga penyuluh di lapangan, seminggu setelah padi terendam banjir, tanaman padi pasti rusak atau mati,” ujarnya.
BACA JUGA :
Ketua Fraksi PKS DPRD Kalsel H Ardiansyah Minta Balai Jalan Memacu Proyek Jembatan Alalak 1
Selain gagal panen alias fuso, banjir juga menyebabkan gabah simpanan hasil panen sebelumnya pun ikut rusak karena rumah mereka terendam selama berhari-hari.
Banjir juga menyebabkan petani di berbagai daerah di Kalsel kehilangan mata pencarian utama bertani. Untuk memulai bercocok tanam kembali, petani harus menunggu 2-3 bulan setelah lahan surut.
Syamsir Alam, menyatakan pertanian berada di tengah-tengah, di antara sektor hulu dan hilir. “Oleh karena itulah pemulihan ekonomi sektor petanian tidak bisa berdiri sendiri dan harus mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait,” ujarnya.
Berdasarkan data BLHD Kalsel, banjir menyebut kerusakan sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektoral, menyebabkan total kerugian sekitar Rp 1,8 triliun lebih.







