Selain jalur darat pendistribusian gas Elpiji ke hulu sungai, hingga Kalteng dan pesisir juga dilakukan melalui jalur sungai memakai LCT (landing craft tank). Namun, kata Saibani, pengiriman jalur sungai tidak maksimal karena tergantung pasang surut.
Akibat tak terdistribusikan ke Banua Enam selama dua hari terakhir, stok LPG di depo Pertamina melimpah. Saat ini ada stok di Depo Pertamina sebanyak 3.000 MT. Stok ini masih cukup untuk kebutuhan selama 10 hari.
BACA JUGA :
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Dukung Danau Panggang-Paminggir HSU Dibangun Jalan Layang
“Hiswana Migas sedih dengan kondisi ini. Stok banyak tetapi kami tidak bisa mendistribusikan ke daerah karena jalan rusak. Bukan karena kelangkaan gas elpiji, ” ujarnya
Hiswana Migas memperkirakan, persediaan LPG di Banua Enam dan sebagian Kalteng hanya bertahan 2-3 hari, dari sisa pasokan sebelumnya.

“Bila tak ada solusinya, kami khawatir akan terjadi gejolak harga akibat kelangkaan gas Elpiji di Banua Enam. Sudah pasti bila barang kosong harga pasti melonjak, apalagi saat Ramadan kebutuhan juga bertambah,” ujarnya.
Hiswan Migas, kata Saibani, sudah berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan tergganggunya pengiriman gas LPG tersebut dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait, yakni Pj Gubernur Kalsel, Komisi DPRD Kalsel, Dinas PUPR hingga Balai Jalan Nasional.
“Namun mereka juga belum menemukan solusi untuk mengatasi masalah distribusi ini,” ujarnya.










