BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Stok Gas Elpiji 3 Kg untuk wilayah Banua Enam hingga Bartim, Buntok dan Muarateweh Kalteng terancam mengalami kekosongan akibat terhambatnya pasokan atau distribusi dari Banjarmasin.
Menurut Ketua Hiswana Migas Kalsel H Saibani, distribusi gas elpiji ke wilayah Banua Enam dan sebagian Kalteng dua hari terakhir terhambat, akibat kerusakan jalan di jalur Sungai Gampa Batola.
“Bila kondisi tak segera diatasi, akan terjadi kelangkaan stok gas Elpiji di Banua Enam hingga sebagian Kalteng seperti Bartim, Barsel, Barut hingga Murung Raya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (16/4/2021).
BACA JUGA :
Minta Dukungan DPRD Kalsel, Wakil Rakyat HSU Berharap Folder Alabio Jadi Gerakan Nasional
Saibani yang didampingi Sekretaris Hiswana Migas HM Irfani, mengatakan, pengiriman atau distribusi gas elpiji (LPG) ke Banua Enam meliputi Tapin, HSS, HST HSU, Balangan, Tabalong dan tambahan daerah Kalteng terhambat akibat kerusakan jalan di Sungai Gampa Batola pascabanjir beberapa waktu lalu.
Kerusakan jalan di Sungai Gampa menyebabkan terjadi kemacetan parah karena jalan sulit dilewati sehingga pasokan elpiji ke Banau Enam tertahan dalam dua hari terakhir.

Sedangkan kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi mempengarahi distribusi LPG untuk wilayah Banjarmasin, Banjarbar, Martapura dan pesisir Pelaihari, Batulicin dan Kotabaru. Penyaluran gas elpiji 3 kg untuk Banjarmasin dan wilayah pesisir hanya mencapai 50 persen.
Pasokan gas LPG dari Hiswana Migas untuk Banua Enam hingga Kalteng berkisar 300-400 ton per hari. Pendistribusian menggunakan truk tangki berkapasitas 13 ton. Karena jalan di Sungai Gampa Batola tak bisa dilewati, pengiriman gas ke wilayah Banua Enampun terhenti.










