Sesalkan Olok-Olok di Grup Gubernur Hanyar
Oleh sebab itulah, Imam menyesalkan munculnya olok-olok terhadap Guru Wildan hanya karena persoalan PSU Pilgub Kalsel 9 Juni 2021, di Grup Privat FB ‘Gubernur Hanyar Pilihan Masyarakat Kalsel’ yang diadmini Denny Indrayana.
Seperti diketahui, pernyataan Guru Wildan lewat video telah diunggah di Grup ‘Gubernur Hanyar Pilihan Masyarakat Kalsel’ yang beranggotakan 28,6 ribu orang yang dimoderatori pendukung militan atau tim sukses Denny Indrayana. Bahkan akun resmi Denny Indrayana terdaftar sebagai salah satu admin, sebelum akhirnya dicopot setelah ramai pemberitaan tentang olok-olok terhadap Guru Wildan di grup tersebut.
“Tidak patut dan tidak elok Guru Wildan yang menjadi panutan masyarakat Banua dan bahkan luar Banua diolok-olok di Grup FB Gubernur Hanyar. Apalagi Bawaslu sudah turun tangan untuk mengklarifikasi video itu, maka seharusnya moderator atau admin grup memberi peringatan anggota agar tak berkomentar bernada mengolok,” kata Imam.
Hal yang paling Imam sesalkan, Cagub Denny Indrayana ternyata juga berada di dalam grup dan bahkan menjadi salah satu admin grup sebelum kini dihapus.
“Prof Denny kan profesor di bidang hukum tata negara, sehingga pastilah sangat paham proses di Bawaslu. Jadi sudah seharusnya Prof Denny justru menjadi orang pertama yang mengingatkan, memberi arahan, atau memberi tauladan anggota grup dan seluruh pendukungnya agar tak mengolok-olok seorang ulama kharismatik Banua seperti Guru Wildan,” sesal Imam.
Pada akhirnya Imam sebagai tokoh muda Banua berharap agar kedua paslon dan seluruh elite politik menjadikan PSU Pilgub Kalsel 2020 pada 9 Juni 2021, sebagai ajang pendidikan politik bagi masyarakat Kalsel.
“Jangan karena terlalu berambisi sehingga justru memberi contoh buruk bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Elpianur Achmad







