“Baik dan buruk di mata etika, serta patut atau tidak sesuai dengan pandangan mereka, adalah cara-cara yang harus kita lawan. Terlebih orang-orang yang datang ke kampung-kampung kita tersebut bukanlah “Urang Banua”, melainkan orang luar Kalsel,” ujarnya.
Menurut Tim Hukum BirinMu, Untuk menjaga harga diri Banua kita, maka Pembentukan “Relawan Jaga Banua” adalah langkah tepat. Relawan ini berisi orang-orang asli kampung kita.
“Tugasnya memastikan tidak hadirnya arogansi dimaksud, sekaligus memantau jangan-jangan “Tim tangkap tangan” yang dibentuk oleh pasangan calon lain tersebut justru akan dijadikan alat untuk melakukan berbagai modus kecurangan itu sendiri. Kalau ini yang terjadi, maka tim ini seperti maling teriak maling,” katanya.
BACA JUGA:
Ketua DPPRD Kalsel Minta Pemprov Liburkan Saat Pencoblosan PSU Pilgub Kalsel 9 Juni 2021
Ricky menegaskan, tim hukum akan membackup penuh Relawan Jaga Banua ini, sekaligus akan melakukan seluruh langkah dan upaya hukum yang terjadi atas berbagai laporan dan temuan dari lapangan oleh Relawan ini.
“Kepala Para Ulama, Habaib, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Para Pemuda, Bubuhan Jagau di Kampung, dengan segala kerendahan hati, kami ajak bergabung dengan “Relawan Jaga Banua” ini,” ujarnya.
“Saatnya kita jaga kampung dan Banua kita Saurang dari upaya pecah belah, adu domba dan keingingan menguasai Banua oleh kelompok-kelompok tertentu di luar Banua Banjar tercinta melalui Pemilihan Gubernur Kalsel 2021 ini.”
“Akhirnya kepada Allah SWT jualah kita serahkan seluruh niat, ikhtiar dan perjuangan untuk memastikan Kemenangan Paman Birin-H.Muhidin, yang berarti adalah kemenangan kita Bubuhan Banua,” kata Ricky Teguh.
Relawan Jaga Banua, Tim Hukum Paman Birin, BirinMu, Denny Indrayana, Denny-Difriadi, PSU 9 Juni 2021, PSU Pilgub Kalsel 2021, Banjarmasin, Tim Tangkap Tangan, Tim Paslon Denny Indrayana, Kalimantanlive.com. (*)
Editor : Elpianur Achmad







