Raziv menyatakan, fakta tersebut bukan sebuah hinaan atau fitnah kepada warga seperti yang dituduhkan oleh pendukung paslon 01.
“Melainkan sebagai bahan kontemplasi kita bersama, bahwa ke depan kita harus bersama-sama memerangi politik uang demi banua yang lebih baik,” ujarnya.
BACA JUGA :
Wacana Libur PSU 9 Juni 2021, Pj Gubernur Safrizal: Diumumkan 2 Minggu Sebelum Pelaksanaan
Menurut Raziv, kejujuran dan kebenaran memang pahit, tapi itu tetap harus didengungkan demi perubahan ke arah yang lebih baik.
“Tradisi politik uang harus dihentikan. Masyarakat harus diedukasi, bahwa uang yang dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk membeli suara warga, pada dasarnya adalah uang warga. Yang seharusnya diterima lebih besar daripada hanya sebatas 100 – 500 ribu untuk 5 tahun ke depan,” ujarnya.
Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad







