Menurut dia, Gerindra Kalsel sangat kecewa dengan adanya tindak pengrusakan terhadap posko relawan oleh orang tak dikenal.
Ilham menghimbau kepada relawan dan masyarakat yang mendukung perjuangan melawan politik uang untuk tidak terprovokasi.
“Pesan UAS untuk tolak politik uang yang ada di spanduk bisa mereka rusak, tapi pesan tolak politik uang yang ada di hati masyarakat tidak akan bisa mereka sentuh,” kata Ilham Nor, sebagaimana rilis yang diterima Kalimantanlive.com.
BACA JUGA:
Ikrar Damai PSU Pilgub Kalsel, Muhidin : Saya Bersumpah Tak Sepeser Pun Politik Uang!
Tindakan premanisme ini juga mendapat perhatian serius dari akademisi FISIP Uniska, Dr Muhammad Uhaib As’ad.
Dirinya menyayangkan adanya pengrusakan posko relawan H2D oleh orang tak dikenal.
“Ada pihak yang sangat gelisah dengan gerakan melawan politik uang, sehingga melakukan tindakan yang sangat bar-bar berupa pengrusakan. Tindakan tidak beradab ini sudah ketinggalan zaman dan justru membuat warga semakin antipati terhadap para pelaku pengrusakan” ujar akademisi yang dijuluki Rocky Gerung Kalsel.
Uhaib menjelaskan bahwa dinamika politik di Kalimantan Selatan sedang mendekati tahap peradaban yang sangat baik ketika muncul gerakan perlawanan terhadap politik uang dengan sangat masif.
Menurutnya, hal ini adalah kajadian yang sangat langka bahkan dalam kancah politik nasional.
“Selama ini politik tersandera dengan oligarki dan kekuatan politik uang, pemenang yang muncul dari proses politik uang atau black market of democracy, tidak akan memikirkan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, perlawan terhadap politik uang yang sedang diperjuangkan oleh masyarakat Banua harus didukung penuh oleh kedua pasang calon,” katanya.









