Kader PDI Perjuangan ini juga mengatakan bahwa DIY merupakan destinasi wisata unggul, ia ingin mendapatkan masukan-masukan dari DIY supaya bisa dikembangkan di Kalsel.
“Sebetulnya potensi itu ada di Kalsel, karena Kalsel merupakan paru-paru dunia. Hanya saja, sekarang ini hutannya belum dikelola. Ke depannya, akan kita kembangkan bersama Dinas Kehutanan dan Dinas Pariwisata. Yang paling penting bagaimana kita bisa mengelola sistem dari kepariwisataan ini. Ekonomi tetap berjalan meskipun di situasi pandemi ini” ujarnya.
Marlina Handayani mengatakan di masa pandemi ini Dinas Pariwisata DIY dari bulan Juni mulai melakukan dan menerapkan aplikasi Visiting Jogja.
BACA JUGA:
Mudahkan Berbagi Informasi, BK DPRD Kalsel Wacanakan Bentuk Forum BK se-Kalsel
Tujuan utama dalam menerapkan Visiting Jogja agar para wisatawan bisa reservasi tempat destinasi wisata secara online. Hal tersebut dilakukan agar Dinas Pariwisata bisa mentracing jumlah kunjungan wisatawan ke DIY karena dari data yang mereka masukkan bisa diketahui pergerakan mereka ke mana saja.
Tracing online tersebut, menurut Marlina, adalah cara untuk mendapatkan data real time dari pengelola di setiap destinasi wisata. Data tersebut sebagai bahan setiap menyusun strategi ataupun untuk mereport ke pimpinan untuk menentukan strategi berikutnya.
Kemudian itu data tersebut juga sebagai dasar bagaimana untuk pengembangan pariwisata berikutnya.
“Ke depannya kami ingin membuat aplikasi visiting jogja sebagai big data DIY sehingga semua data yang ada dari kabupaten semua tersentral masuk ke visiting jogja,” katanya.
Sementara ini, ujarnya, visiting Jogja hanya bisa digunakan untuk Android saja. Tapi pihaknya upayakan bisa diterapkan menggunakan IOS.







