Sementara itu, Kepala PPI Batulicin Ahmad Syarwani mengatakan dalam kesiapannya menyambut perubahan status dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pihaknya telah menyusun berbagai macam rancangan bisnis yang akan diusulkan.
“Jadi kesiapan kami untuk pengembangan dari UPTD menjadi BLUD. Tentu rancangan serta penyusunan bisnis yang diusulkan sebagian ada yang sudah dilaksanakan terutama optimalisasi pendapatan misalnya dari jasa masuk kapal, retribusi jasa usaha, jasa bongkar muat hingga sewa atau kontrak lahan,” paparnya.
BACA JUGA: Gunung Tirawan Pulau Laut Sigam Kotabaru Berstatus Hutan Lindung, Paman Yani : Tak Boleh Ditambang!
Sarwani mengatkan, untuk memacu pendapatan apabila telah berhasil naik menjadi BLUD, rencananya akan dibangun pabrik es untuk penyediaan para nelayan yang akan melaut.
“Juga bakal ada pusat pemasaran distribusi ikan dan kios bagi pedagang. Kalau memungkinkan juga dibangun ADF dan Kasturit (tempat pengelola ikan),” katanya.
Menurut Syarwani, terkait kios nelayan dan pusat pemasaran distribusi ikan, sudah masuk dalam tahap proses berita acara dan tinggal serah terima aset dari Pemkab Tanbu ke Pemprov Kalsel.
Syarwani menjelaskan, saat ini Pelabuhan Perikanan Batulicin masih menggunakan biaya operasional dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Mudah-mudahan setelah menjadi BLUD setidaknya operasional akan bisa membiayai sendiri dan diharapkan ada peningkatan hingga 60 persen melalui optimalisasi dari pendapatan itu,” ujarnya.









