BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Ketua DPRD Kalsel H Supian HK meminta agar pengajaran tatap muka (PTM) sekolah-sekolah di Kalsel tak ditunda untuk menjaga kualitas pendidikan.
“PTM harus tetap digelar sesuai rencana pada awal tahun ajaran baru 2021 atau pada 12 Juli 2021 ini,” katanya usai Gladi Bersih Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kalsel, Selasa (6/7/2021).
BACA JUGA:
Kunker Dalam Daerah Anggota DPRD Kalsel, Monev hingga Pantau Persiapan PTM
BACA JUGA:
Kunker Dalam Daerah Anggota DPRD Kalsel, Monev hingga Pantau Persiapan PTM
Seperti diketahui SK Gubernur Kalsel terkait PTM di Kalsel belum keluar, Politisi Senior Partai Golkar itu minta pembelajaran tatap muka jangan ditunda dan bisa diterapkan dengan prokes ketat.
“Kita sependapat dengan PTM harus dijalankan, tapi dengan beberapa syarat dengan protokol kesehatan ketat, misalnya siswa masuknya secara bergilir atau hanya 50 persen setiap hari,” ujarnya.
Terakit rencana penundaan PTM di Kalimantan Selatan seperti di Tanahbumbu, menurut Supian HK, hendaknya dipertimbangkan ulang.
“Dengan belajar daring ini efektifnya belajar hanya 25 persen, berbeda dengan tatap muka. Ini tidak bagus bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
H Supian menyatakan, pemerintah seharusnya tak hanya fokus menjaga lonjakan kasus Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan di masyarakat, namun sektor ekononi dan pendidikan juga diperhatikan.
“Ini sudah setahun lebih pendidikan kita melalui daring, sementara kita juga harus menjaga sumber daya manusia kita agar berkualitas. Tentunya tidak bisa dengan terus menerus pendidikan secara daring,” katanya.
Seperti diketahui untuk PTM di tingkat SMA, SMK dan SLB di Kalsel PTM masih menunggu SK Gubernur. Dengan adanya SK gubernur maka PTM memiliki pedoman pelaksanaan.
Penundaan PTM sebelumnya juga dilakukan di Jawa dan Bali dengan adanya PPKM darurat.
Sementara di Kalimantan Selatan rencana penundaan PTM dikeluarkan Pemkab Tanahbumbu lantaran kasus Covid 19 di Tanahbumbu meningkat.









