BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Anggota DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bahri berharap pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan satu suara dalam menyampaikan pendapat terhadap kebijakan pemerintah daerah terkait permasalahan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa dan siswi sekolah agar tidak membingungkan masyarakat.
“Yang satu atas nama dewan menyatakan sangat mengapresiasi Pj Gubernur yang belum menyetujui PTM dijalankan, yang kedua Ketua Dewan sendiri menyatakan mendukung PTM diijalankan, jadi ini membingungkan. Harusnya dewan satu suara terkait PTM,” kata Rosehan NB, di Banjarmasin, Kamis (15/7/2021).
BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Berharap PKM Tetap Digelar di Tengah Pandemi Covid-19
Hal ini disampaikan anggota politisi PDI Perjuangan Rosehan NB pada saat rapat paripurna internal DPRD Kalsel yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel H Supian HK didampingi Wakil Hj Karmila.
Menurut Rosehan NB, dirinya justru mendukung pernyataan ketiga yang disampaikan anggota dewan Iqbal Yudiannor yang mendesak pemberlakukan PPKM karena kasus Covid-19 melonjak.
Rosehan mengharapkan agar pelaksanaan PTM di banua ditunda dulu, karena ini menyangkut jiwa manusia, terkait adanya perbedaan pendapat antara wakil rakyat mendukung dan tidak terhadap pelaksanaan PTM di Kalsel.
“Sekarang tinggal pimpinan yang kompromi karena melihat perkembangan medsos membingungkan masyarakat, satu sisi ada yang setuju dan ada juga yang tidak mendukung PTM dilaksanakan, kedepannya kalau bisa dewan satu suara saja supaya jangan membingungkan masyarakat,”ucap Rosehan di Banjarmasin, Kamis (15/7/2021)
Artinya dari harapan masyarakat agar PTM di sekolah ditunda dulu karena masih tingginya penyebaran Covid-19 di banua ini.
“Saya setuju saja dengan adanya penundaan PTM di Kalsel,”tegasnya.







