BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi mengatakna, situasi perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Banjarmasin, Kalsel, mulai mengkhawatirkan.
“Berdasarkan pengawasan yang dilakukan Komisi IV, situasi terkini perkembangan Covid-19 di RSUD sudah mulai mengkhawatirkan. ICU dan ruang isolasi sudah penuh, tim pemulasaran jenazah kurang, banyak tenaga kesehatan yang terpapar dan perlu perawatan, terjadinya kelangkaan oksigen dan lain-laib,” katanya, Sabtu (24/7/2021).
BACA JUGA:
Jadwal Kunker Terputus Akibat Pandemi Covid-19, Banmus DPRD Kotabaru Koordinasi Dewan Kalsel
Menurut Lutfi Saifuddin, perlu adanya tindakan atau langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah, antara lain terkait berbagai permasalah yang terjadi saat ini.
Semua permasalahan ini, lanjut Politisi Partai Gerindra Kalsel tersebut, diperburuk oleh belum juga adanya pencairan tunjangan bagi para tenaga kesehatan (Nakes).
“Oleh karena situasi dan penanganan pandemi Covid-19 mulai mengkhawatirkan, Komisi 4 akan segera meminta penjelasan kepada Pemerintah Provinsi terkait semua permasalahan yang sedang dihadapi saat ini,” ujar Lutfi Saifuddin.
PPKM Level IV
Sementara itu, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru termasuk dari 37 kabupaten/kota dari 19 provinsi di luar Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Level IV, mulai 26 Juli 2021.
Rapat Koordinasi Pembahasan Evaluasi dan Penerapan PPKM Level IV di Luar Jawa-Bali, dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RIyang juga diikuti secara daring oleh sejumlah kepala daerah di Indonesia, termasuk kota Banjarbaru, Jumat (23/7/2021).
Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin melalui pesan WhatsApp-nya, membeberkan bahwa baru saja disampaikan oleh Menteri Kordinator Perekonomian RI, ada beberapa kabupaten/kota yang diputuskan melaksanakan PPKM Level IV di antaranya Banjarbaru.







