Berdasar website Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kotabaru, potensi sumber energi di pulau tersebut merupakan gas kering (dry gas). Dengan kandungan terdiri atas 97- 98 metana, 0,5-0,75 mol persen CO2 dan 0,2-0,32 persen nitrogen. Sedangkan gas yang terkandung di pulau itu tidak mengandung logam berat.
Politisi dari Partai Golkar ini menyatakan, sebelumnya dirinya telah mendengar arahan dari Wakil presiden RI periode 2014-2019 Bapak Yusuf Kalla mengenai hasil dari Pulau Larilarian dibagi dua antara Kalsel dan Sulbar.
“Dikatakan Pak Yusuf Kalla dan disarankan oleh beliau, umpanya dapat hasil 200 M maka dibagi dua, yakni 100 M Kalsel dan 100 M Sulbar,”ujar Mukhni.

Kata Mukhni, jajaran DPRD Kotabaru sudah berjuang lama untuk mendapatkan hak atau bagian dari pengelolaan migas di Blok Sebuku Pulau Lari-larian, bahkan salah satu syarat, daerah harus membentuk perusahaan sebagai pendamping telah dipenuhi.
“Kotabaru pada dasarnya menunggu dari Provinsi. Urusan kami membentuk perusahaan daerah sudah terpenuhi karena itu salah satu syarat pendampingan,” ujarnya.
Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad







