BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengirim surat ke Menteri Kesehatan untuk minta kuota tambahan pasokan oksigen rumah sakit di Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19.
Permintaan tersebut disampaikan Safrizal dalam surat bernomor 440/3276/FM.2/Dinkes, tertanggal 23 Juli 2021, perihal : Mohon Kuota Tambahan Oksigen.
BACA JUGA :
PPKM Tahap IV di Kota Banjarmasin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK Ingatkan Petugas Jangan Arogan
BACA JUGA:
Bupati Banjar Saidi Mansyur Siapkan Kemungkinan Berlakukan PPKM, Susul Banjarmasin dan Banjarbaru
Berikut secara lengkap isi suratnya :
Sehubungan dengan lonjakan kasus positif Covid-19 di Kalsel, dimana kebutuhan oksigen di rumah sakit di Kalimantan Selatan melonjak tajam, dari kemampuan persediaan oksigen selama 5-7 hari menjadi hanya mampu persedian 2-3 hari.
Berkaitan dengan hal tersebut, mohon Bapak Menteri Kesehatan memberikan kuota tambahan oksigen untuk RS di Kalsel. Adapun rincian pemakaian oksigen perhari untuk 24 rumah sakit, terlampir.
Sebelumnya sejumlah rumah sakit di Kalsel seperti RS Ratu Zalecha Martapura, RS Idaman Banjarbaru semapt mengalami kekurangan stok oksigen.

Direktur RS Ratu Zalecha dr H Tofik Norman Hidayat pada 26 Juli 2021 bahkan mengumumkan untuk sementara tak menerima pasien baru rawat inap yang memerlukan oksigen, sampai ada pengumuman selanjutnya.
Kendati, RSUD Ratu Zalecha bukan rujukan pasien Covid-19, ruangan isolasi yang disediakan manajemen 28 tempat tidur dimaksimalkan menjadi 34 tempat tidur.
Ruangan VIP Intan Banjar di RSUD Ratu Zalecha dipenuhi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah menjalani isolasi luar dan isolasi dalam.







