Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Dr Suciati mengatakan, kebutuhan oksigen di RSUD Ulin dengan jumlah pasien Covid-19 mencapai184 orang saat ini maka membutuhkan 800 tabung oksigen per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi rumah sakit di Kalsel yang menipis akibat lonjakan kasus Covid-19, Pemprov Kalsel mencari pemasok dari luar, seperti dari Surabaya dan Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Banjarmasin Resmi Tetapkan PPKM Level IV Mulai Besok, Mal Tutup, Sekolah Kembali Online
BACA JUGA:
11 Karyawan DPRD Kalsel Positif Covid, Supian HK : Tak Ada Lockdown, Maksimalkan Zoom Meeting
“Kita sudah datangkan 56 ton. Biasanya 56 ton itu cukup untuk seminggu, namun karena permintaan tinggi, maka, hanya cukup untuk tiga hari,” ujar Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal dalam keterangan yang diterima, Senin (26/7/2021) lalu.
Safrizal memastikan seluruh pasokan oksigen tersebut dibeli menggunakan dana Pemprov Kalsel dan bantuan dari Kementerian Kesehatan.
Selain membeli dari Surabaya, Pemprov Kalsel juga akan membeli oksigen dari Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dalam waktu dekat, kita juga akan mendapat kiriman dari Bontang, Kaltim. Jadi kita nambah terus,” ujarnya.
Oksigen dari kedua daerah tersebut tegasnya tidak akan diperjualbelikan secara umum. Jika membutuhkan oksigen, masyarakat diminta untuk datang langsung ke rumah sakit dengan melampirkan bukti dari dokter yang menangani.
“Jadi masyarakat tidak usah cari, yang boleh membeli hanya rumah sakit dan pihak yang mendapat rekomendasi dari dokter,” tegasnya.
Dua daerah di Kalsel, yaitu Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru mulai menerapkan Pengendalian Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai, Senin 26 Juli 2021 hingga 2 Juli 2021.







