Ketua Fraksi PKS DPRD Kalsel Ardiansyah Soroti Kecilnya Anggaran Bansos di KUA PPAS 2022

Mantan Wakil Bupati HSS itu juga memperkirakan, jumlah penduduk miskin di Kalsel akan terus naik, karena angka 108 ribu lebih itu merupakan data BPJS Bulan Maret 2021.

Indikasi jumlah penduduk miskin di Kalsel makin meningkat, lanjut Ardiansyah, bisa dilihat jumlah badut yang berkeliaran mencari uang di jalan, peminta-minta, pengatur di persimpang jalan makin banyak.

BACA JUGA:
Dewan Tagih Realisasi Pokir, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar Ingatkan Pesan KPK dan Defisit Anggaran

“Saya yakin tidak semua 100 persen bisa tercover dengan bansos tersebut, masih banyak yang tertinggal karena PHK dan lain sebagainya terus bertambah sedangkan datanya tidak ada,” ujarnya.

Penduduk Miskin Naik 4,8 Persen

Sementara itu berdasarkan data BPS Kalsel, pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin di
Kalimantan Selatan sebesar 208,11 ribu orang dengan tingkat kemiskinan sebesar 4,83 persen.

Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat 81,12 ribu orang dengan tingkat kemiskinan sebesar 3,89 persen dan jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan tercatat 126,99 ribu orang dengan tingkat kemiskinan sebesar 5,71 persen.

Menurut BPS, Kalimantan Selatan adalah provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Pulau Kalimantan.

Tingkat kemiskinan tertinggi regional Kalimantan terjadi di Kalimantan Utara yaitu sebesar 7,36 persen.

Sementara itu, peranan komoditi makanan terhadap pembentukan garis kemiskinan sebesar 71,50 persen.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Kalimantan Selatan sebesar 0,672 dan Indeks Keparahan
Kemiskinan (P2) sebesar 0.

Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *