Cerita Pengurus Jenazah Masjid Al-Jihad Banjarmasin di Masa Covid-19: Sehari Mandikan Belasan Mayat

Sri Hidayati mengatakan, bagi jemaah yang ingin menyelenggarakan jenazah keluarganya di Al-Jihad,
harus konfirmasi terlebih dahulu ke bagian pengurus masjid baik secara langsung maupun via telepon.

“Sehingga mayat akan diproses sesuai waktu yang telah ditentukan, karena dimasa pandemi ini ada beberapa peraturan baru yang telah ditetapkan mengenai pengurusan pemandian jenazah,” ujarnya.

BACA JUGA:
Gubernur Kalsel Terpilih Sahbirin Noor Langsung Prioritaskan Penanganan Pandemi Covid-19

Secara terpisah, seorang petugas pemulasaran Al Jihad mengatakan, menjadi petugas pengurusan jenazah harus siaga 24 jam.

“Jenazah yang disalatkan ba’da Salat Subuh, harus dimandikan dan dikafani pada pukul 03.00 dini hari,” katanya.

Sesuai Prokes Covid-19

Penyelenggaraan jenazah di Masjid Al-Jihad dilaksanakan hampir setiap hari.

Terdata sejak awal Januari 2021 hingga 12 Juli 2021 sejumlah 478 jenazah. Tahun 2020 sebanyak 515 jenazah. Tahun 2019 sebanyak 391 jenazah dan tahun 2018 sebanyak 235 jenazah.

Penyelenggaraan jenazah Masjid Al-Jihad dilakukan secara profesional yaitu pelayanan 1×24 jam dari penyediaan ambulance 6 armada berbagai jenis termasuk 2 buah alphard.

Penyediaan pemandian, mensalatkan, penguburan, penyediaan alkah sampai pelayanan pengiriman jenazah antarpulau.

Bahkan bantuan pelayanan pengawalan ambulance ke penguburan oleh Shabara Polda secara gratis.

Jemaah Masjid Al-Jihad Banjaramsin, menyalatkan jenazah pasien Covid-19 di halaman parkir belakang masjid. (istimewa)

Saat ini Masjid Al-Jihad menerima jenazah Covid dengan ketentuan prokes yang direkomendasi dan diawasi tim gugus Covid-19 Banjarmasin.

Jenazah yang disalatkan tetap berada di dalam ambulans di halaman parkir belakang Al Jihad, serta diberikan fasilitas alkah bagi keluarga yang minta.

“Namun selama ini seluruh pengurus pemandian jenazah Masjid Al Jihad selalu melaksanakan tugas murni berdasar hati yang ikhlas, dengan harapan menjadi ladang amal ibadah,” ujar Hj Sri Hidayati.

Penulis : Ani Rahmida
Editor : Elpian Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *