Beredar Video Detik-detik 41 Narapidana Terpanggang di Dalam Sel Lapas Tangerang, 73 Napi Luka Bakar

“Kebakaran dugaan awalnya terjadi karena konsleting listrik. Dan kebakaran itu terjadi selama kurang lebih 2 jam dan sekarang sudah bisa diatasi oleh petugas damkar dan petugas dari Dirjen Pas dan juga kepolisian,” ujar Fadil Imran.

Kapolda Metro Jaya menyatakan kondisi lapas saat ini sudah aman terkendali dan telah kondusif.

“Saat ini kondisi sudah terkendali, warga binaan yang selamat di blok tersebut sudah dipindahkan sementara, sedangkan yang luka-luka sudah di bawa ke RS Sitanala dan RSU Kabupaten Tangerang demikian juga dengan yang meninggal semuanya sudah dievakuasi,” katanya.

BACA JUGA:
Politisi Senior Golkar H Hasanuddin Murad Bantu Korban Kebakaran Sungai Lauk, Batola

Informasi yang dihimpun, api mulai melalap Blok C sekira pukul 01.50 WIB saat penghuni Lapas sedang tertidur lelap.

Saat kebakaran terjadi, ada 2.069 narapidana yang menghuni Lapas Tangerang. Padahal, lapas ini hanya bisa menampung 600-an napi saja.

Musibah kebakaran terjadi di blok C2 yang dihuni 122 napi. Blok ini juga overkapasitas dengan penghuni sebanyak 122 orang, padahal kapasitasnya hanya 40-an orang.

“2.072 penghuni. Kalau yang kejadian kebakaran C2 itu 122 orang,” tuturnya.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan bahwa memang sudah merupakan prosedurnya sel lapas dikunci.

“Kalian bertanya mengapa dikunci? Memang protapnya lapas, protap harus dikunci. Kalau nggak dikunci, itu nanti melanggar protap,” kata Yasonna, Rabu (8/9/2021).

Dikabarkan, sebanyak 41 napi tewas terbakar di dalam sel karena api yang menyebar terlalu cepat, sehingga para napi tersebut tidak sempat dikeluarkan dari sel.

“Api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang sudah begitu cepat. Mungkin pengawasnya dari atas sudah ditemukan gelombang api dan sudah menyebar,” kata Yasonna.

Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *