Komisaris Utama Bank Kalsel, Arie Bastari menjelaskan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua kepala daerah di 13 kabupaten/kota se Kalsel.
Hasil pertemuan bersama semua kepala daerah, lanjut Arie mereka menyatakan siap untuk menambahkan penyertaan modalnya.
“Jadi saya sudah turun menemui kepala daerah di 13 kabupaten/kota. Mereka sepakat dan siap menambah penyertaan modal,” sebut bankir senior ini, Jumat (10/9/2021).
BACA JUGA:
Ketua Komisi II : Masalah Broker Bank Kalsel Harus Tuntas Sebelum Pansus Penyertaan Modal Terbentuk
Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) sebelumnya melakukan rapat mempertajam kesiapan rencana pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) Bank Kalsel senilai Rp 3 trilun yang disyaratkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengundang OJK Regional IX Kalimantan, Bank Kalsel, Bakeuda, dan Biro Perekonomian Provinsi Kalsel.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo meminta Biro Prekonomian Provinsi setempat, untuk mulai menyusun draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penambahan Penyertaan Modal terkait.
Dengan kesiapan Perda, lanjut Imam, selain ada landasan hukumnya, sekaligus akan memudahkan dan memperkuat koordinasi serta pembahasan, mengingat penambahan penyertaan modal ini melibatkan 13 kabupaten/kota sebagai pemilik saham.
“Saya minta Biro Prekonomian untuk segera menyusun draf raperda Penambahan penyertaan modal untuk Bank Kalsel ini,”ujar Imam.
Komisi II membidangi ekonomi dan keuangan, sebut Imam lagi, akan sepenuhnya mendukung rencana untuk pemenuhan modal inti bank daerah yang kini baru memiliki modal Rp 1,8 triliun dan masih kurang sebesar Rp 1,2 triliun.







