BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Seluruh fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi Raperda Perubahaan APBD Kalsel Tahun Anggaran 2021 yang diajukan oleh Pemprov Kalsel pada Rapat Paripurna DPRD Kalsel, Senin (13/9/2021).
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui juru bicaranya menyatakan mengapresiasi atas Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021 yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel.
Fraksi PKS juga sepakat apa yang disampaikan Gubernur akan Rancangan Perubahan APBD Kalsel Tahun Anggaran 2021 diprioritaskan untuk menunjang percepatan penangangan Pandemi Covid-19 di banua tercinta di berbagai aspek kehidupan, baik aspek pemerintahan, kesehatan, sosial dan ekonomi.
Terutama aspek sosial kemiskinan yang terus meningkat. Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kasel Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Kalsel sebanyak 208,11 ribu orang dengan tingkat kemiskinan 4,83 pesen. Angka ini bertambah 20,24 ribu orang miskin dibandingkan Maret 2020
Oleh karena itulah, Fraksi PKS menyarankan agar Pemprov Kalsel memaksimalkan penyaluran Bansos (Bantuan Sosial) bagi warga miskin, terutama yang terdampak Pandemi COVID-19.
“Tentu percepatan penangangan ini semua dilaksanakan secara efektif, efisien dan optimal,” ujarnya.

Diketahui, RAPD Kalsel Tahun Anggaran 2021, yang disampaikan oleh Gubernur pada 9 September lalu, sebesar Rp. 6.718 triliun atau naik 23.81persen dari APBD Murni Provinsi Kalimantan Selatan.
Sedangkan rencana belanja daerah sebesar yang dianggarkan sebesar Rp. 6.945 triliun atau naik 25.85 persen dari APBD Murni Provinsi Kalimantan Selatan.
Fraksi PKB juga sangat mendukung penyesuaian APBD perubahaan Tahun Anggaran 2021 untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan selanjutnya..
“Fraksi PKB setuju penyesuaian APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 ,” kata juru bicara Fraksi PKB Suripno Sumas saat membacakan pandangan Fraksinya.










