BANJARMASIN, Kalimantanlive,com – Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin ingin agar pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dilakukan secara objektif disesuaikan kinerja dinas perpustakaan.
“Saya ingin, semua dilakukan secara terukur dan objektif, dana DAK itu diberikan juga harus disesuaikan dengan kinerja dari Dinas Perpustakaannya. Kasih DAK tapi tuntut apa impact-nya, jangan sampai cuma minta-minta tapi pengelolaannya tidak baik” katanya saat berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI untuk koordinasi dan Konsultasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sekiranya bisa dimanfaatkan Kalimantan Selatan.
BACA JUGA:
Terima Kunjungan Peserta Parlemen Remaja 2021 Delegasi Kalsel, Ini Harapan Waket DPRD Bang Dhin
Seperti diketahui, Indeks Pembangunan Literasi (IPL) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Kalsel memiliki IPL tertinggi di Indonesia dengan angka 48,7 urutan kedua Provinsi Bangka Belitung 28,83, ketiga Gorontalo 28,18, disusul Kalimantan Timur (Kaltim) 20,78 dan DKI Jakarta dengan angka 18,91.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel Nurlianie Dardie bersyukur dan bangga karena mampu mewujudkan salah satu indeks pembangunan literasi sekaligus prestasi membanggakan itu.
M Syarifuddin yang akrab disapa Bang Dhin, sangat mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan yang berhasil membawa Kalsel menjadi provinsi dengan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) terbaik di Indonesia.
“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, di mana Indeks Pembangunan Literasi Kalsel tertinggi di Indonesia mencapai 48,7 persen. Ini semua tidak lepas dari semangat pemimpin birokrasi dengan semangat kinerja yang besar meskipun anggarannya kecil,” ujar legislator kelahiran Tanah Bumbu ini
Diketahui rasio urusan perpustakaan terhadap total belanja dalam APBD Kalsel hanya menempati urutan kedelapan di antara seluruh provinsi se-Indonesia. Itu pun harus beberapa kali terdampak “refocusing” anggaran akibat pandemi COVID-19.









