Paman Yani Sebut Penerapan Logbook Penangkapan Ikan Bantu Nelayan Deteksi Kendala Sejak Awal

Paman Yani juga memberikan apresiasi karena terjadi kolaborasi yang baik antara DKP dan Anggota Dewan dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan pihak eksekutif dan legislatif bisa berkegiatan bersama-sama dalam menyampaikan informasi atau peraturan yang perlu disosialisasikan.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono yang juga menjadi Nara sumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi Logbook penangkapan ikan.

BACA JUGA: Legislator Kalsel Yani Helmi Sarankan Pemprov Gandeng Anggota Dewan Percepat Vaksinasi Covid-19

Menurut dia mengingat hal ini sangat penting agar produksi tangkapan ikan di Kalsel dapat tercatat dengan baik dan untuk merumuskan kebijakan selanjutnya.

“Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya,” tegasnya.

Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi hadiri Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan DLH di Kotabaru. (istimewa)

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Kotabaru Nurbani mengungkapkan saat ini tercatat ada 28 unit kapal menggunakan elektronik Logbook penangkapan ikan.

“Saat ini Kotabaru yang terbanyak diantara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena disini memiliki banyak kapal penangkap ikan,” katanya.

Nurbani menambahkan rata-rata para nelayan sudah bisa menggunakan e-Logbook. Tinggal pelaporannya yang harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi juga ke Kementerian secara online.

Diketahui, peserta temu koordinasi ini berasal dari para nelayan yang ada tiga desa di Kotabaru dan seluruh pelabuhan di Kalsel. (NRH)

Editor : Elpian Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *