Pura-pura ban kempes
Di sekitar kuburan tersebut, pelaku berpura-pura ban kendaraannya mengalami kempes.
SNR kemudain diminta turun dari sepeda motor.
PN pun berpura-pura mengecek ban motornya.
Ia lalu mengambil air keras yang disimpannya kemudian menyiramkannya ke punggung korban.
SNR pun teriak kesakitan.
Setelah beraksi, PN membawa kekasihnya tersebut pulang ke rumah.
REKAP Hasil Sudirman Cup 2021 – Indonesia Harus Kerja Keras Taklukkan Kanada
Ngaku dibuntuti
PN membawa SNR pulang ke rumah.
Kepada orangtua korban, pelaku mengaku dibuntuti orang tak dikenal di sekitar Jalan Zainul Arifin Medan.
Pelaku menyebut, dirinya sedang mengecek ban motornya sementara korban berada di atas motor saat peristiwa penyiraman terjadi.
SNR akhirnya dibawa ke RS Mitra Sejati.
Namun nyawanya tak tertolong.
Pura-pura nangis
Ibu korban, Nani Minarni menyebut, pelaku sempat berpura-pura pingsan saat mendengar kabar SNR meninggal dunia.
PN bahkan juga menangis histeris di rumah sakit.
“Dia pingsan terus nangis-nangis. Cuma waktu dikasih air mulutnya langsung batuk-batuk,” kata Nani Minarni, Senin (27/9/2021), katanya, mengutip Tribun Medan.
Nani mengatakan, keluarga sempat curiga kepada PN.
Hal ini lantaran kondisi PN baik-baik saja setelah peristiwa penyiraman.










