Puluhan Juta Orang Terancam Tidak Mampu Bayar Gas dan Listrik, Eropa Dilanda Kelangkaan Energi

KALIMANTANLIVE.COM – Akibat kelangkaan energi dan harganya melonjak, jutaan orang di seluruh Eropa terancam tidak mampu membayar biaya gas dan listrik.

Para ahli, organisasi anti-kemiskinan, dan juru kampanye lingkungan memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dan kenaikan harga energi akan mendorong meningkatnya masalah kemiskinan di Eropa.

Sebab, akan terjadi kombinasi biaya energi yang tinggi, pendapatan rumah tangga yang rendah, dan rumah yang tidak hemat energi, seperti dilansir CNN pada Jumat (1/10/2021).

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Stefan Bouzarovski, profesor di Universitas Manchester dan ketua jaringan penelitian kelangkaan energi Engager, menemukan bahwa hingga 80 juta rumah tangga di seluruh Eropa sudah cukup kesulitan mendapatkan pasokan listrik dan gas.

Baca Juga : JATUH Kening Duluan, Atlet Gantole PON XX Ini Tergantung di Atap Rumah, Warga: Tolong Cepat, Pisau!

Baca Juga : BREAKING NEWS – Putra Shah Rukh Khan, Aryan Khan Ditangkap di Kapal Pesiar Lagi Asyik Pesta Narkoba

Baca Juga : Usai Siram Pakai Bensin, Sopir Taksi Nekat Bakar Garasi Berisi 31 Mobil Milik Eks Bosnya, Kerugian Rp 3,2 Miliar

Kesulitan dari jutaan rumah tangga Eropa itu sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19.

Hanya empat negara Eropa, yaitu Perancis, Irlandia, Slovakia, dan Inggris, yang sebenarnya memiliki masalah resmi tentang kelangkaan energi, tetapi para ahli mengatakan bahwa masalahnya tersebar luas.

Sekarang, kenaikan harga energi menempatkan lebih banyak rumah tangga di Eropa dalam ancaman pemutusan jaringan listrik dan gas karena mereka tidak dapat membayar tagihan biayanya.

Banyak orang terancam pemutusan jaringan listrik dan gas karena pendapatan mereka turun dan tagihan meningkat selama pandemi Covid-19.

Pekerja di sektor ritel, perhotelan, serta penerbangan sangat terpukul, dan banyak yang kehilangan pekerjaan.

“Sejak 2019 banyak yang telah berubah, tetapi lebih dari 12 juta rumah tangga (di Eropa) menunggak bayar tagihan listrik mereka,” kata Louise Sunderland, penasihat senior dan analis kebijakan di Regulatory Assistance Project, yang berfokus pada transisi kebersihan energi.

Sebanyak 7 juta rumah tangga Eropa menerima pemberitahuan pemutusan energi setahun, menurut Koalisi Hak Energi, sebuah kelompok payung yang mencakup serikat pekerja, organisasi lingkungan, dan LSM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *