KALIMANTANLIVE.COM – Microsoft baru saja merilis Windows 11 pada bulan ini juga.
Bahkan Windows 11 ini sudah bisa di-download oleh pengguna mulai awal Oktober ini.
Windows 11 hadir sebagai update Windows 10, dan bisa di-download lewat menu System Update.
Selain merilis versi final, Microsoft sebelumnya juga menyediakan Windows 11 versi preview untuk pengguna yang ingin menjajal.
Untuk mendapatkan versi preview ini, mereka bisa mendaftar Windows Insider Program.
Meski demikian, ada sejumlah pengguna yang bandel mengunduh Windows 11 versi preview dari sumber yang tak resmi.
Hal ini pun akhirnya dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mendistribusikan Windows 11 preview palsu yang berisi software berbahaya.
Baca Juga :Indomie Goreng Jadi Mie Goreng Instan Terenak Menurut New York Magazine, Kok Bisa?
Setidaknya begitulah yang ditemukan oleh perusahaan keamanan Kaspersky, baru-baru ini.
Melalui halaman resminya, Kaspersky melaporkan, Windows 11 preview palsu yang diunduh dari sumber tak resmi turut berisi file executable (.exe) bernama “86307_windows 11 build 21996.1 x64 + activator.exe” berukuran 1,75 GB.
Ketika dijalankan, proses instalasi pun dimulai seperti biasa. Namun setelah itu, file ini akan mengunduh dan menjalankan file executable lainnya.
Di file yang kedua, menurut Kaspersky, pengguna diarahkan untuk menginstal download manager dari Windows 11 preview palsu itu.










