BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas mengungkapkan, dari sejumlah Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD milik pemerintah provinsi PT Bank Kalsel terbanyak memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel saat ini memiliki lima BUMD. Dari lima BUMD, Bank Kalsel terbanyak memberikan kontribusi bagi PAD Kalsel,” ujarnya saat menerima studi komparasi dari Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) di Banjarmasin, Kamis (7/10/2021).
BACA JUGA:
DPRD Kotim Kunker ke DPRD Kalsel di Banjarmasin, Pelajari Pengelolaan Aset Daerah dan BUMD
BACA JUGA:
OJK Optimistis Bank Kalsel Mampu Memenuhi Kecukupan MIM Rp 3 Triliuan per 31 Desember 2024
BACA JUGA :
Komisi II DPRD Minta Bank BPD Kalsel Utamakan Jamkrida Kalsel dan Tuntaskan Masalah Broker
Selain Bank Kalsel atau Banknya Urang Banua, BUMD milik Pemprov Kalsel yaitu PT Bangun Banua, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan PT Amba Pers.
“Ke depan kita berharap, BUMD-BUMD itu dapat berkontribusi banyak terhadap PAD, sehingga ada keseimbangan dengan penyertaan modal dari Pemprov Kalsel,” kata Suripno Sumas.

Sementara anggota Komisi I DPRD Kalsel Burhanuddin mengapresiasi PT Bank Kalteng dengan kesiapan untuk penambahan modal buat memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
“Kesiapan itu saya ketahui ketika sebagai anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel yang melakukan studi komparasi ke PT Bank Kalteng belum lama ini,” ujarnya.
Sebagaimana kita ketahui, kata Burhanuddin, sesuai POJK, modal inti minimum bagi bank umum Rp3 triliun pada akhir Tahun 2024. “Jika tidak terpenuhi, status Bank Kalsel turun menjadi bank perkreditan rakyat (BPR),” katanya.










