WASPADA! Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Saja Terjadi, IDI: Indonesia Harus Belajar

KALIMANTANLIVE.COM – Para ahli mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat masih harus mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Meski angka kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun.

Namun, kapan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia ini terjadi?

Menjawab persoalan itu, Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Mahesa Paranadipa Maikel MH mengatakan bahwa belum ada prediksi pasti, tetapi kita bisa belajar dari kejadian-kejadian peningkatan kasus Covid-19 sebelum-sebelumnya.

Baca Juga :PERSELINGKUHAN Bu Camat Cantik dengan Kepala BPKAD Tanjungbalai, Melibatkan Anggota DPRD, Polisi & Jaksa

Baca Juga :ASN Dilarang Bepergian & Cuti pada 18-22 Oktober 2021, Kemenpan RB: PPK Berhak Menjatuhkan Hukuman

Baca Juga :FAKTA 7 Tanaman Hias yang Bisa Melepaskan Oksigen ke Dalam Ruangan, Lidah Mertua & Lidah Buaya

“Jadi kami sampaikan ini bukan prediksi IDI, tapi kami menggunakan beberapa prediksi yang disampaikan oleh pakar-pakar yaitu, prediksi gelombang ketiga itu di akhir tahun (2021) ya,” kata Mahesa dalam Media Briefing bersama Tim Mitigasi IDI: Strategi Kesiapan Gelombang Ketiga, Selasa (12/10/2021).

Mahesa mengatakan, IDI tidak bisa memprediksikan secara pasti kapan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia akan terjadi. Sebab, belum memprediksikan varian virus corona baru jenis apa lagi yang kemungkinan bisa muncul jika terjadi penularan secara masif di masyarakat.

Penularan Covid-19 yang masif di masyarakat di saat libur panjang bisa sangat mungkin terjadi karena akan meningkatnya mobilitas atau pergerakan masyarakat untuk berlibur, berkerumun dan lalai terhadap berbagai protokol kesehatan yang ada.

Semakin banyak penularan Covid-19, maka virus SARS-CoV-2 akan semakin cepat dan mudah bermutasi, sehingga dapat membentuk varian-varian baru, di mana dikhawatirkan muncul varian yang lebih berbahaya daripada varian Delta yang ada saat ini.

Oleh karena itu, Mahesa berkata, meskipun angka kasus infeksi Covid-19 di Indonesia dilaporkan terus menurun, tetapi pemerintah sebaiknya tetap terus mengedukasi masyarakat untuk disiplin prokes dan vaksinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *