KALIMANTANLIVE.COM – Prilaku tak terpuji dilakukan seorang anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Wakil rakyat yang seharuanya melindungi rakyatnya malah melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis pedang.
Akibat perbuatan anggota DPRD itu, seorang warga mengalami luka di tangan.
Ahirnya warga Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia itu pun, melaporkan anggota DPRD Kabupaten Jeneponto yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan dengan senjata tajam yang mirip pedang Katana.
Baca Juga :Meksiko Temukan Situs Arkeologi Suci Ribuan Tahun Lalu saat Bangun Proyek Kereta Maya
Baca Juga :Pecahkan Rekor Lelang Sepatu, Nike Air Ships Superstar NBA Michael Jordan Terjual Rp21,28 Miliar
Baca Juga :Truk Mundur Hantam Agya dan Scoopy di Sungai Ulin Banjarbaru, Pemotor Tewas Tergencet Body Fuso
Anggota fraksi PDIP, Taufiq dilaporkan oleh seorang warga berinisial AH (25) dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pelapor. Sementara kasus ini tangani di Polsek Kelara Jeneponto. Kapolsek Kelara, Iptu Bakri mengatakan pihaknya telah menerima laporan peristiwa tersebut.
“Benar, kasus itu sementara kami tangani, korban melapor diduga dianiaya oleh terlapor dengan sebilah samurai,” kata Kapolsek Kelara, Minggu (24/10).
Peristiwa penganiayaan itu jelas Bakri terjadi pada hari Jumat (22/10) malam. Terlapor mendatangi korban yang berada di Desa Bontomanai, dengan membawa senjata tajam dan ketika melihat korban, anggota fraksi PDIP ini pun langsung mengarahkan senjata tajam tersebut ke arah korban.
Penyerangan anggota dewan Jeneponto ini juga sempat dihalangi dan dilerai oleh warga yang berada di lokasi. Tapi, karena korban nyawanya terancam sehingga AH merebut pedang tersebut dari tangan Taufiq, namun dalam perebutan senjata tajam itu tangan AH berdarah setelah terkena pedang.
“Motif kasus ini diduga hanya kesalahpahaman saja. Jadi dalam peristiwa ini tangan kanan pelapor terluka akibat terkena pedang itu,” bebernya.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak pelapor. Sedangkan, untuk terlapor sementara masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
“Terlapor pak Taufiq diperiksa, dan untuk visum rencananya besok akan dibawa korban ke puskesmas,” katanya.
editor : NMD
sumber : CNNIndonesia










