Pekerja Pinjol Ilegal Tertangkap Basah saat Ancam Kirim Santet ke Nasabah yang Terlambat Bayar 7 Hari

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Satu persatu pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal di seluruh Indonesia ditangkap polisi.

Baru-baru ini, polisi menangkap empat pelaku penagih online yang digerebek Polisi di kosan di Jalan Tawangmangu RT 12 RW 3, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat.

Mereka melakukan penagihan disertai ancaman yang menakutkan.

Mereka mengancam nasabah bila tidak bisa melunasinya sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.

Informasi penangkapan ini disampaikan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Auliansyah Lubis, di lokasi pada Senin (25/10/2021).

Baca Juga :Rachel Vennya Bohong dan Mengaku Tak Menginap di Wisma Atlet, Kapendam Jaya Beberkan Fakta Ini

Baca Juga :VIRAL CCTV Kapolres Nunukan Tendang dan Pukuli Anggota karena Meeting Zoom, Kapolda Copot AKBP Syaiful Anwar

Baca Juga :JADWAL French Open 2021: Fajar/Rian, Gregoria, Shesar dkk Mulai Berjuang Hari Ini, Ginting & Jojo?

“Jadi setelah hari ketujuh belum membayar sama sekali, dia lakukan pengancaman. Tadi sama-sama kita lihat dia melakukan, ‘kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet’,” katanya.

Selain itu, mereka tak segan menagih dengan mengancam akan menyebarkan foto-foto yang mengandung unsur pornografi.

“Apabila kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto-foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di HP,” kata Auliansyah meniru perkataan penagih online itu.

Modus pengancaman seperti itu, lanjut Auliansyah, juga dilakukan kepada korban yang akhirnya melaporkan via media sosial ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Auliansyah mengatakan, pihaknya mengamankan empat orang dari penggerebekan itu.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB pada Senin (25/10/2021).

Keempat orang yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki itu bertugas sebagai penagih uang (debt collector) kepada para nasabah yang telah meminjam di aplikasi online.

“Ada 4 orang yang kita amankan dan kita bawa ke kantor dan kemudian kita akan lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *