KALIMANTANLIVE.COM – Pada 27 Oktober 2021 lalu, Persiraja Banda Aceh akhirnya mendepak Hendri Susilo dari jabatan pelatih.
Keputusan itu diambil Persiraja Banda Aceh seusai manajemen melakukan pertimbangan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Persiraja, Nazzarudin Dek Gam.
Dengan kondisi itu Persiraja secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatihnya yakni Hendri Susilo.
Seperti diketahui, Hendri Susilo merupakan juru taktik Persiraja Banda Aceh sejak musim 2019.
Di bawah asuhan Hendri Susilo, Persiraja Banda Aceh mampu naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1 pada musim 2020.
Baca Juga :Gelombang Tinggi akibat Siklon Tropis Malou dari Bibit Siklon 99W Bakal Terjang Indonesia
Baca Juga :Gelombang Tinggi akibat Siklon Tropis Malou dari Bibit Siklon 99W Bakal Terjang Indonesia
Baca Juga :Valentino Rossi Belum Bisa Move On, Mendekati Pensiun Masih Belum Maafkan Marc Marquez
Torehan tersebut diraih Hendri Susilo seusai anak asuhnya mampu membawa Persiraja Banda Aceh juara ketiga di Liga 2 2019.
Dengan menempati juara ketiga Liga 2 2019 membuat Persiraja berhak untuk menerima satu tiket naik kasta ke Liga 1 pada musim 2020.
Sayangnya, Liga 1 2020 kala itu hanya berjalan tiga pekan saja karena pandemi virus corona.
Dalam tiga pekan yang dijalaninya di Liga 1 2020, Persiraja Banda Aceh sempat tercatat tidak terkalahkan.
Persisnya, Persiraja sampai pekan ketiga Liga 1 2020 mampu meraih hasil satu kali menang dan dua laga imbang.
Dengan torehan cukup apik di Liga 2020, tim dengan julukan Laskar Rencong tersebut digadang-gadang akan menjadi kuda hitam di Liga 1 2021.
Akan tetapi, kenyataan ternyata justru berbeda dengan musim sebelumnya.
Hingga pekan kesembilan Liga 1 2021, Persiraja Banda Aceh menjadi juru kunci di klasemen sementara.
Persiraja mengoleksi empat poin dari hasil satu kemenangan, satu laga seri, dan tujuh kali menelan kekalahan.
Torehan tersebut lantas membuat kursi pelatih Persiraja Banda Aceh yang diduduki Hendri Susilo memanas.
Pada 27 Oktober 2021, Persiraja akhirnya mendepak Hendri Susilo dari jabatan pelatih.
Keputusan itu diambil Persiraja Banda Aceh seusai manajemen melakukan pertimbangan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Persiraja, Nazzarudin Dek Gam.









