Dengan prinsip yang sama, saat rotasi Bumi mulai melambat, kestabilan seluruh planet akan goyah secara perlahan dan dapat juga berdampak buruk pada musim di Bumi.
Dampak buruk tersebut meliputi bagian-bagian planet ini yang dapat mengalami perubahan suhu jauh lebih besar daripada yang biasa dialami sepanjang tahun. Bisa jadi suhu di Antarktika sangat beku di musim dingin dan sangat panas di musim panas.
Di masa ini kemungkinan manusia akan mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan iklim ini, atau mungkin menciptakan teknologi yang dapat mempercepat rotasi Bumi. Atau bahkan bermigrasi ke planet lain yang lebih layak huni. Namun sebagian besar hewan dan tumbuhan di Bumi kemungkinan besar akan tewas.
Astronom asal Inggris, Edmond Halley, pertama kali menduga Bulan menjauhi Bumi hampir 300 tahun yang lalu, setelah mempelajari catatan gerhana kuno.
Kecurigaan tersebut lantas dikonfirmasi oleh percobaan yang dilakukan dalam misi AS dan Soviet.
Penyebab Bumi dan Bulan bergerak saling menjauh disebut sebagai akibat dari ketidakseimbangan gaya sentrifugal dan sentripetal Bulan dan Bumi. Gaya sentripetal merupakan gerak semu pada benda yang berputar dan seolah menarik benda ke pusat putaran.
Sedangkan gaya sentrifugal didefinisikan seolah melempar benda menjauh dari pusat rotasi. Analogi sederhana bagi gaya sentrifugal adalah seperti anak yang sedang menaiki komidi putar. Semakin cepat putarannya, maka makin kuat momentum dorongan yang membuat anak tersebut akan terlontar keluar dari komidi putar itu.
Kemudian gaya sentrifugal yang lebih besar dari Bulan terhadap Bumi, membuat Bulan bergerak menjauh dari Bumi. Jarak antara Bumi dan Bulan saat ini adalah 402.336 kilometer, ini 17 kali lebih jauh dari jarak awal.
editor : NMD
sumber : CNNIndonesia









