PARINGIN, KALIMANTANLIVE.COM – Meluapnya air di Sungai Balangan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam air.
Tak hanya itu, dampak lain yang dirasakan oleh warga setempat ialah minimnya air bersih.
Rupanya, kenaikan debit air berpengaruh terhadap kondisi alat dari PDAM Kabupaten Balangan. Lantas, pelanggan PDAM pun terdampak.
Sejak Senin (29/11/2021), air PDAM tidak bisa dinikmati oleh pelanggan. Khususnya pada wilayah Paringin dan kelurahan Batu Piring, Paringin Selatan.
# Baca Juga :485 Aset Termasuk Mobil Milik Pemkab Balangan Bakal Dilelang Desember 2021, Ayo Siapa Mau Beli!
# Baca Juga :Rincian DAK dan Dana Desa yang Disalurkan KPPN Tanjung untuk Tabalong, Balangan & HSU
# Baca Juga :Seorang Remaja Ditemukan Tewas Terpanggang Usai Kebakaran di Paringin Timur Kabupaten Balangan
# Baca Juga :Gali Potensi Karet Jadi PAD, DPRD Balangan Konsultasi Raperda ke Wakil Rakyat Kalsel
Humas PDAM Kabupaten Balangan, Aries Haryadi mengharapkan adanya pengertian masyarakat perihal tidak mengalirnya air PDAM kepada pelanggan.
Sebut Aries, insiden tersebut disebabkan lokasi pengolahan air PDAM pada IPA 1 di Gunung Pandau mengalami dampak kenaikan air sungai Balangan. Lantas, pihaknya pun bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
“Kami tidak ingin kejadian pada Januari lalu yang menyebabkan suplai air terhenti selama tiga hari kembali terjadi. Sehingga petugas gerak cepat untuk mengatasinya,” jelas Aries, Selasa (30/11/2021).
Panel listrik yang diterpa debit air terpaksa harus dievakuasi agar suplai air PDAM kembali bisa mengalir secara normal. Pihak PDAM pun menaikan panel tersebut ke daratan dan melakukan penanganan.
Dua hari ini ungkapnya para petugas PDAM disibukan untuk mengamankan posisi ponton dan panel listrik. Hal itu dilakukan untuk mencegah alat ditabrak puing-puing kayu di sungai.
Dalam prosesnya, dilakukan dua kali penghentian suplai air sementara kepada pelanggan. Hingga pukul 11.00 wita, posisi panel listrik berhasil diamankan ke tempat yang lebih tinggi.
“Diperkirakan distribusi air akan kembali ke tekanan normal pada pukul 13.00 wita,” tutup Aries.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







