INDRALAYA, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah video yang merekam seorang mahasiswi Universita Sriwijaya (Unsri), Sumatera Selatan marah dan berbicara keras di depan sejumlah orang yang hadir di prosesi yudisium menjadi sorotan netizen, Jumat (3/12/2021).
Bahkan video kondisi terkini korban pelecehan seksual dosen ini menjadi viral di media sosial Instagram.
Disebutkan pada unggahan yang beredar, salah satunya di akun @seputarkotapalembang, mahasiswi itu diduga korban pelecehan seksual oknum dosen di Unsri dan protes namanya dicoret dari daftar yudisium.
Diketahui, mahasiswi tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi Unsri.
Mahasiswi itu diduga salah satu korban pelecehan seksual yang melapor ke Polda Sumatera Selatan.
# Baca Juga :Viral Video Mahasiswi Korban Pelecehan Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium di Unsri, Padahal Diundang
# Baca Juga :FAKTA Baru Pelecehan Seksual Oknum Dosen di UNSRI, BEM Terima 3 Laporan Baru & Tak Ada Respon dari Fakultas
# Baca Juga :DAFTAR Besaran Upah Minimum 2022 di 32 Provinsi, Rata-rata Kenaikan Cuma 1,09 Persen
# Baca Juga :DETIK-Detik JELANG Gerhana Matahari 4 Desember 2021 Tinggal Beberapa Jam Lagi, LIVE Streaming di Link YuoTube NASA
Pihak Kampus Membantah
Menanggapi unggahan video yang beredar, Wakil Rektor 3 Unsri Iwan Setia Budi dalam jumpa pers yang digelar usai acara yudisium, ia membantah adanya mahasiswi yang dicoret namanya dari daftar yudisium Fakultas Ekonomi.
Ia menyebutkan, terkait yudisium tersebut tidak dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual.
“Terkait pemberitaan itu tidak benar, jadi jangan dikait-kaitkan dengan kasus itu (dugaan pelecehan seksual). Ini adalah yudisium, persyaratan yudisium itu sudah baku jadi jika dikaitkan dengan kejadian itu tidak benar,” ujarnya Jumat.
Iwan mengatakan, karena kondisi masih dalam suasana pandemi, maka mahasiswi tersebut diikutkan dalam sesi kedua yudisium.
“Kita harus patuh pada protokol Covid-19, dan peserta yudisium ini cukup banyak sehingga tidak mungkin (mahasiswi) itu diikutkan di sesi pertama, jadi diikutkan di sesi kedua,” terang Iwan.










