8 Pekerja Kesetrum di Kaltim dan Satu Tewas, Gara-gara Tiang Besi Kena Kabel Listrik

Aliran Listrik Tegangan Tinggi Sambar 8 Pekerja Pemasangan Tiang Internet

Ardiansyah (38), seorang pekerja, menghembuskan napas terakhirnya usai tersengat listrik, Selasa (4/1/2022).

Ia bersama sejumlah rekannya tengah melakukan pemasangan sebuah tiang sinyal wi-fi setinggi 9 meter. Persisnya di kawasan Jalan Manuntung, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Namun tak disangka, tiang besi seberat 80 kilogram itu mengenai kabel listrik melintang.

Sehingga arus listrik lantas menyambar dan menyengat sekitar 8 pekerja.

Kejadian ini diperkirakan sekitar pukul 17.15 WITA.

Salah seorang pekerja, Khoyum mengatakan, dirinya termasuk salah satu korban yang turut tersengat.

Saat kejadian, tubuhnya terlempar.

Tiga pekerja termasuk Ardiyansyah masih memegang tiang berarus listrik.

“Pas bisa dilepas, saya kasih bantu napas buatan,” ujar Khoyum, Selasa (4/1/2022) malam, ditemui di Mortuary RSKD Balikpapan.

Dia menambahkan, korban lain ada yang hangus di bagian kepala dan luka bakar di telapak tangan.

Khoyum mengalami luka bakar di tangannya.

Hingga sekitar pukul 17.55 WITA, seluruh korban langsung dilarikan menuju RSKD Balikpapan.

Sementara Ardiyansyah kemudian dinyatakan meninggal sesampainya di rumah sakit.

Khoyum terbilang masih dalam kondisi selamat.

Terbukti ia masih bisa mendampingi pihak keluarga untuk mengurus administrasi.

Istri Ardiyansyah terpantau masih dalam kondisi berduka, didampingi orangtua dan anak semata wayang mereka yang masih berusia 5 tahun.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan AKP Payan Simangunsong membenarkan adanya korban yang meninggal dari proses pemasangan tiang tersebut.

Namun dia belum bisa memastikan terkait apakah sengatan listrik itu menjadi penyebab kematian Ardiyansyah.

“Belum bisa disampaikan. Kita juga masih periksa saksi-saksi,” ujar AKP Payan melalui sambungan seluler.

Adapun pihaknya kini tengah memanggil sekitar 8 orang untuk memberikan keterangan terhadap insiden yang menelan korban tersebut.

“Tapi apa semuanya saksi, kita belum tahu,” ucapnya.

“Gimana sih ceritanya? Itu proyek apa, mereka itu pekerja bukan, kalau pekerja kerja di mana, siapa yang nyuruh. Itu yang masih perlu kita dalami,” tukasnya.

editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com