JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Mengejutkan mayoritas kasus positif Covid-19 varian Omicron berasal dari Turki dan Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan pihak Kementerian Kesehatan RI yang menyatakan Indonesia sudah mendeteksi total 414 kasus Covid-19 varian Omicron sejak akhir tahun lalu.
Dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, angka total itu terdiri dari 136 kasus yang terdeteksi pada Desember 2021 ditambah 278 infeksi sejak awal tahun ini.
“Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” ujar Nadia dalam keterangan tertulis yang dikutip kantor berita Antara, Minggu (9/1).
Nadia kemudian mengungkap bahwa kasus penularan Omicron paling banyak berasal dari pelaku perjalanan yang tiba dari Turki dan Arab Saudi.
# Baca Juga :Cineplex di Kanada Rumahkan 5 Ribu Pekerja karena Lonjakan Omicron
# Baca Juga :Meski Gejalanya Lebih Ringan, Jangan Remehkan Covid-19 Omicron
# Baca Juga :UPDATE Varian Omicron: Tsunami Covid-19 Lagi di AS dan India, Kasus Aktif DKI Jadi 908, 661
# Baca Juga :Pakar Sebut Orang yang Terinfeksi Covid-19 Omicron Banyak Berkeringat di Malam Hari
Menurut Nadia, kebanyakan orang yang tertular Covid-19 varian Omicron sudah vaksin lengkap.
Ia pun menekankan bahwa vaksinasi harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Kita harus waspada. Jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Jangan sampai tertular dan menularkan,” tutur Nadia.
Nadia juga mengingatkan bahwa Omicron lebih cepat menular ketimbang varian Delta.
Kasus Covid-19 di Indonesia pun terus melonjak sejak pertama kali terdeteksi pada 16 Desember lalu.










