GEMPA LANDA BANTEN Rumah hingga Puskesmas Rusak di 23 Kecamatan akibat Gempa M 6,6, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan M 6,6 mengguncang Banten, Jumat (14/1/2022), pada pukul 16.05 WIB.

Adapun pusat gempa berada di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 kilometer.

Gempa M 6,6 ini berpusat di laut dengan titik pusat gempa berada di 52 kilometer barat daya Kecamatan Sumur.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang berada di lokasi terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Banten M 6,6

Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa bumi Magnitudo 6,6 yang terjadi di Pandeglang, Banten.

Penjelasan ini disampaikan melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung dalam kanal YouTube Info BMKG, Jumat (14/1/2022).

Kepala BMKG, Dwikorota Karnawati menjelaskan gempa terjadi akibat aktivitas lempeng di selatan Jawa.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia, atau tepatnya ke bawah Pulau Jawa yang terus-menerus hingga Nusa Tenggara,” jelas Dwikorita.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik, atau akibat patahan naik,” lanjut dia.

Sementara berdasarkan pemodelan tsunami, Dwikorita nenegaskan gempa ini tidak menyebabkan potensi terjadinya tsunami

Namun, Dwikorita menjelaskan lokasi gempa yang ada di kawasan Selat Sunda memang menjadi salah satu lokasi yang memiliki sejarah gempa dan tsunami sejak ratusan tahun yang lalu.

“Total kami mencatat ada 8 kejadian gempa dan/atau tsunami yang pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1851,” ujar dia.