MARTAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Akses warga Desa Pingaran Ilir, Rt 03, Rw 02, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan saat ini terganggu, menyusul putusnya jembatan di kawasan itu, Sabtu (15/01/2022).
Padahal jelas Pembakal Rt 03, Ahmad Zaini, jembatan itu merupakan akses jalan penghubung terdekat dari Rt 03 ke Rt 06 dan 07.
“Ini akses jalan penghubung terdekat yang kerap dilintasi warga sekitar, terutama pelajar SDN Pingaran Ilir 2 ” kata Ahmad Zaini ditemui di lokasi.
Sementara apabila harus melewati jalan yang lain jaraknya sangat jauh daripada melewati jembatan pulau.
# Baca Juga :UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Dana Rp 50 Juta untuk Korban Banjir di Kabupaten Banjar
# Baca Juga :Pemkab Gunung Mas Pelajari Inovasi dan Keberhasilan Kabupaten Banjar jadi Kabupaten Kota Sehat
# Baca Juga :Warga Simpangempat Kabupaten Banjar yang Terdampak Banjir Akhirnya Mengungsi ke Kebun Karet
# Baca Juga :Roy Rizali Anwar Akui Belum Terima Laporan Banjir di Kabupaten Banjar, Akan Croscek ke BPBD Kalsel
Ahmad juga mengatakan, putusnya jembatan pulau ini terjadi sekitar pukul 06.50 wita akibat terjangan bambu, dahan pohon serta lainnya datang atau kiriman dari Riam Kiwa.
“Dikarenakan banyaknya bambu, ranting dan sampah lainnya datang dan menerjang, jembatan pulau ini tidak mampu menyandang lagi hingga akhirnya putus,” ujarnya.
Namun, sebelumnya sudah sekitar empat kali dari 2021 hingga 2022 diterjang ranting, bambu kiriman.
Dan setiap kali pula dibersihkan warga sekitar, BPBD Kabupaten Banjar.
Kini, kembali sampah-sampah menerjang yang kurang lebih panjangnya sekitar 15 meter.
Jembatan Pulau ini, sambungnya, sudah setahun terakhir kondisinya tak layak untuk dilintasi dan sudah sering pula diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).







