PROBOLINGGO, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat lapor ke polisi tak ditanggapi, seorang warga bernama Buasim Mulyo mendatangi Menteri Sosial Tri Rismaharini di Balai Desa Bantaran, Probolinggo saat acara percepatan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Senin (21/2/2022).
Jauh-jauh datang, warga Tanjungrejo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu mendatangi Risma untuk melaporkan kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum penyalur bansos.
Lapor ke polisi tak digubris.
# Baca Juga :6 Bansos Bakal Cair Oktober 2021, dari BSU, Diskon Listrik hingga BLT Anak Sekolah
# Baca Juga :Ketua Fraksi PKS DPRD Kalsel Ardiansyah Soroti Kecilnya Anggaran Bansos di KUA PPAS 2022
# Baca Juga :Jokowi Minta Pencairan Jangan Telat, Cara Cek Dana Bansos Tunai di cekbansos.kemensos.go.id
# Baca Juga :TKSK se-Kalsel Keluhkan Soal Pengurangan Data Penerima Bansos ke Komisi IV DPRD Kalsel
Buasim mengatakan kasus ini sebetulnya pernah dia laporkan ke polisi namun tidak mendapatkan tanggapan.
“Sejak dulu sudah melaporkan ke Polres Probolinggo Kota tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” kata dia.
Saat mengetahui Risma datang ke Probolinggo, Buasim pun bergegas untuk melapor.
“Makanya, kesempatan Bu Risma turun ke sini, saya jauh-jauh datang dari Desa Tanjungrejo, datang ke sini agar hak-hak penerima dikembalikan,” katanya.
Oknum penyalur diduga lakukan pungli
Buasim juga membawa beberapa lembar dokumen. Isinya dia sebut sebagai bukti dugaan pungli bansos.
Oknum penyalur itu disebut memungut dana sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,8 juta dari rekening penerima bansos di Desa Tanjungrejo.
Adapun modus oknum pihak penyalur yakni mengambil dana Rp 1 juta dalam pencairan tahap pertama.







