Kenapa Ada Bakteri Staphylococcus Aureu di Makanan Warga Tanipah Kabupaten Banjar? Kenali Dampak Bakteri Ini

1. Infeksi kulit

Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri S. aureus ada berbagai macam dan memunculkan berbagai gejala berikut.

Bisul

Jenis paling umum dari infeksi Staphylococcus aureus adalah bisul. Gejala bisul meliputi tanda berikut.

Kulit pada area terkena biasanya menjadi merah dan bengkak.
Apabila bisul pecah, akan keluar nanah.
Bisul biasanya terjadi paling sering di bawah ketiak atau di sekitar kunci paha atau bokong.

Impetigo

Kondisi ini ditandai dengan ruam yang menular dan seringkali terasa sakit.

Impetigo biasanya memiliki lepuhan besar yang dapat mengeluarkan cairan dan menghasilkan kerak yang berwarna seperti madu.

Selulitis

Selulitis merupakan infeksi pada lapisan dalam kulit. Selulitis muncul paling sering pada kaki bawah dan telapak kaki.

Gejala selulitis dapat berupa tanda berikut.

Kemerahan dan pembengkakan pada permukaan kulit.
Terdapat luka (ulkus) atau area yang bernanah.

Staphylococcal scalded skin syndrome

Racun yang dihasilkan sebagai akibat dari infeksi S. aureus dapat menyebabkan staphylococcal scalded skin syndrome.

Kondisi ini paling sering menyerang bayi yang baru lahir dan anak-anak.

Gejalanya kondisi ini dapat berupa:

demam,
ruam,
muncul lepuhan, dan
saat lepuhan pecah, lapisan atas kulit melepas, meninggalkan permukaan merah yang terlihat seperti luka bakar.

2. Keracunan makanan

Bakteri Staphylococcus aureus adalah salah satu penyebab utama dari keracunan makanan.

Gejalanya bisa muncul dengan cepat biasanya dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Tanda-tanda dan gejala dari jenis infeksi Staphylococcus aureus ini meliputi:

mual dan muntah,
diare,
dehidrasi,
tekanan darah rendah, dan
bakteremia.