3. Bakteremia
Bakteremia atau keracunan darah muncul saat bakteri S. aureus memasuki aliran darah seseorang. Demam dan tekanan darah rendah adalah tanda utama dari bakteremia.
Bakteri dapat berpindah ke lokasi dalam pada tubuh, menyebabkan infeksi yang menyerang:
organ internal, seperti otak, jantung atau paru-paru,
tulang dan otot,
alat yang diimplantasi, seperti sendi buatan atau alat pemacu jantung.
3. Toxic shock syndrome
Kondisi yang mengancam nyawa ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus atau beberapa turunan bakteri Staphylococcus lainnya.
Kondisi ini biasanya muncul tiba-tiba dan disertai dengan gejala berupa:
demam tinggi,
mual dan muntah,
ruam pada telapak tangan dan kaki yang menyerupai sunburn,
linglung,
nyeri otot,
sakit perut, dan
septic arthritis.
4. Septic arthritis
Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi S. aureus.
Bakteri sering kali menyerang lutut, tapi sendi lain dapat terserang, seperti pergelangan kaki, pinggang, pergelangan tangan, siku, bahu atau tulang belakang.
Tanda-tanda dan gejala dapat meliputi:
pembengkakan otot,
nyeri serius pada otot yang terserang, dan
demam.
Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
area kulit yang merah, iritasi atau terasa sakit,
lepuhan yang berisi nanah, dan
demam.
Anda juga mungkin perlu berkonsultasi ke dokter jika muncul tanda berikut.
Infeksi kulit diturunkan dari salah satu anggota keluarga ke anggota lain.
Dua atau lebih anggota keluarga mengalami infeksi kulit pada waktu bersamaan.







