Kenapa Ada Bakteri Staphylococcus Aureu di Makanan Warga Tanipah Kabupaten Banjar? Kenali Dampak Bakteri Ini

Pengobatan untuk infeksi S. aureus mungkin meliputi hal berikut.

Antibiotik

Dokter dapat melakukan tes untuk mengidentifikasi jenis infeksi yang disebabkan oleh S. aureus, serta memilih antibiotik yang tepat.

Antibiotik biasanya direkomendasikan adalah:

cefazolin,
nafcillin atau oxacillin,
vancomycin,
daptomycin,
telavancin, dan
linezolid.

Infeksi Staphylococcus aureus yang disebut dengan MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) resisten atau kebal dengan banyak jenis antibiotik.

Oleh karena itu, dokter akan menyesuaikan pemberian antibiotik dengan kondisi Anda.

Drainase luka

Jika Anda mengalami infeksi kulit, dokter mungkin akan melakukan sayatan pada luka untuk mengeringkan cairan yang berkumpul.

Pengangkatan perangkat

Jika infeksi Anda muncul akibat adanya perangkat atau prostetik yang diletakkan di dalam tubuh, pengangkatan diperlukan.

Namun, untuk beberapa perangkat, proses ini memerlukan pembedahan.

Tips mengurangi risiko terkena infeksi Staphylococcus aureus:

  1. Cuci tangan Anda

Mencuci tangan dengan bersih adalah perlawanan terhadap kuman. Cuci tangan setidaknya selama 15-30 detik, kemudian keringkan dengan handuk sekali pakai dan gunakan handuk lain untuk mematikan kran.

Jika tangan Anda tidak terlihat kotor, Anda dapat menggunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol.

  1. Jaga luka tetap bersih

Jaga luka sayatan tetap bersih dan tertutup dengan perban yang steril dan kering hingga luka sembuh.

Nanah dari luka yang terinfeksi seringkali mengandung bakteri Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, menjaga luka tertutup dapat mencegah penyebaran bakteri.

  1. Rajin mengganti pembalut wanita

Toxic shock syndrome merupakan salah satu bentuk infeksi Staphylococcus aureus yang berkembang akibat tidak ganti pembalut dalam waktu yang lama.