Harga Emas Antam Rp 984.000 Per Gram Hari Ini, Emas Spot US$ 1.845,95 Per Ons Troi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Stagnan, begini kondisi harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini, Senin (23/5/2022).

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 984.000 per gram.

Harga emas Antam hari ini stagnan dari harga yang dicetak pada Minggu (22/5) di level Rp 984.000 per gram.

# Baca Juga :Naik Rp 12.000 Harga Emas Antam Menjadi Rp 985.000 Per Gram Hari Ini

# Baca Juga :Hari Ini, Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Jadi Rp 973.000 per Gram

# Baca Juga :Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, untuk 2 Gram Naik Rp10.000 Jadi Rp 1.962.000

# Baca Juga :Hari Ini Emas Antam Dijual Rp 974.000 Per Gram, Harga Emas Spot Naik karena Masalah Ini

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 870.000 per gram. Harga tersebut tak berubah dari harga buyback pada Minggu (22/5).

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Senin (23/5) dan belum termasuk pajak:

Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 542.000
Harga emas Antam 1 gram: Rp 984.000
Harga emas Antam 5 gram: Rp 4.695.000
Harga emas Antam 10 gram: Rp 9.335.000
Harga emas Antam 25 gram: Rp 23.212.000
Harga emas Antam 50 gram: Rp 46.345.000
Harga emas Antam 100 gram: Rp 92.612.000
Harga emas Antam 250 gram: Rp 231.265.000
Harga emas Antam 500 gram: Rp 462.320.000
Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 924.600.000

Harga Emas Melemah Usai Rebound Tipis

Harga emas spot melemah di awal perdagangan pekan ini setelah pekan lalu menguat. Senin (23/5) pukul 6.40 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.845,95 per ons troi.

Harga emas spot turun 0,03% jika dibandingkan dengan akhir pekan lalu. Sementara harga emas kontrak Agustus 2022 di Commodity Exchange justru menguat 0,20% ke US$ 1.852,10 per ons troi.

Harga emas turun pada hari ini setelah mencapai kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penyokong harga emas.

Pelemahan nilai tukar dolar AS menyebabkan harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang non-dolar AS. HArga emas pekan lalu naik 1,7% di tengah sentimen risiko yang lemah.

Alhasil, pasar saham cenderung tertekan dan memicu pelarian ke aset safe haven. Kekhawatiran potensi resesi turut membawa investor menghindari aset berisiko.

“Data ekonomi yang lebih lemah menyokong harga emas ketika para trader mempertanyakan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang bisa memicu resesi,” kata analis TD Securities dalam catatan yang dikutip Bloomberg.

Tapi, TD Securities memperkirakan harga emas masih sulit menguat lebih tinggi. Pasalnya, momentum penurunan harga dan sentimen negatif di pasar logam mulia masih kuat.

editor : NMD
sumber : kontan.co.id