Jemaah Haji Harus Waspada! Menag Yaqut Sebut Cuaca Ekstrem Melanda Mekkah dan Madinah

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memperkirakan musim haji 2022 ini bakal berlangsung di tengah cuaca yang sangat panas.

Untuk itu, Menteri Agama atau Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta jemaah haji asal Indonesia untuk disiplin dalam menjaga kondisi fisik.

Yaqut pun meminta agar para jemaah memperbanyak minum dan makan selama melaksanakan ibadah haji.

# Baca Juga :Pastikan Layanan untuk Jemaah Haji Siap, Menag RI Langsung Berangkat ke Saudi

# Baca Juga :Berangkatkan Jemaah Haji ke Arab Saudi, Pemerintah Siapkan 2 Maskapai Ini

# Baca Juga :Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berhak Berangkat 2022, dari Usia hingga Vaksinasi Covid-19

# Baca Juga :Biaya Haji Embarkasi Banjarmasin Sebesar Rp 41.235.290 Per Calon Jemaah Haji

“Suhu di Mekkah dan Madinah diperkirakan bisa mencapai 49 derajat Celsius pada siang hari,” ujar Yaqut seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (23/5/2022).

Untuk diketahui, Menag saat ini sedang melakukan kunjungan di Arab Saudi untuk memantau kesiapan layanan bagi jemaah haji tahun 2022.

Salah satu lokasi yang dikunjungi pada Minggu (22/5/2022) yakni Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KHHI) Madinah.

KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.

“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” ujar Yaqut.

KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG.

Tenaga medis yang akan melayani jemaah, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa.

KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi. Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan 6 mobil ambulans.

Yaqut juga meninjau kesiapan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia di Madinah.