Aktif Produksi Gula Merah, Warga Batilai Tanahlaut Sehari Hasilkan 15 Kilogram

PELAIHARI, kalimantanlive.com -Di Desa Batilai, Kecamatan Pelaihari, pohon nira (enau) masih cukup mudah dijumpai.

Sebagian pohon berbentuk mirip kelapa tersebut berada di belakang permukiman warga setempat.
Tegakannya tumbuh subur berwarna hijau tua dan cukup tinggi.

Salah satu produsen gula merah di Desa Batilai yang masih cukup aktif yakni Muhammad Alfin.
Tiap hari ia masih terus memproduksi gula merah.

“Sehari bisa dapat sepuluh hingga 15 kilogram,” paparnya.

Lelaki berperawakan ramping ini memproduksi gula merah dalam dua pilihan.

Pertama, murni atau tanpa campuran apa pun sehingga hasil cetakan gulanya agak lembek dan tampak lembab.

BACA JUGA: Mendag Mengaku Distribusi Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Dipantau Secara Real Time

Kedua, gula merah yang hasil cetakannya tampak keras dan kering.

Ini ada campuran gula putihnya sehingga harganya pun berbeda.

“Kalau yang murni sekilonya saya jual Rp 20 ribu, kalau yang ada campuran gula merahnya Rp 15 ribu,” sebut Alfin.

Ia mengatakan sengaja memproduksi dua jenis gula merah tersebut karena menyesuaikan permintaan pelanggannya.

Penyuka gula merah juga menyukai kedua jenis varian produk tersebut.

Mengenai pemasaran, Alfin mengaku tak mengalami hambatan.

BACA JUGA: Pembunuh Pasangan Handi dan Salsabila, Kolonel Priyanto Divonis Seumur Hidup, Anak Buahnya Cuma 6 Bulan

Pembeli cukup banyak yang datang ke kediamannya.

Umumnya adalah pedagang di pasar dan kemudian menjual kembali gula merah yang dibeli darinya.

Lebih lanjut ia mengatakan produksi gula merah di kampungnya memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan gula merah produksi dari tempat lain.

“Pohon enau di kampung kami kualitasnya baik sehingga gula merah yang kami hasilkan juga lebih enak,” tandasnya.

Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id