Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PMI Tala Bersihkan Paku dan Tali dari Pepohonan

PELAIHARI, kalimantanlive.com – Berbagai elemen masyarakat di Tanahlaut bergerak memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022.

Aksi yang dilakukan tak cuma melakukan bibit pohon penghijauan maupun bersih-bersih sampah.
Lebih dari itu juga menyasar pada estetika sekaligus mengamankan pohon penghijauan dari beragam ‘benalu’ yang melingkupi seperti paku dan tali yang melilit di batang.

Pepohonan penghijauan di tepi jalan protokol di Kota Pelaihari kini telah bersih dari benalu mati tersebut.

Di antaranya di kawasann Jalan Datu Insad dan A Syairani.

Namun di luar kota masih terjumpai pepohonan yang terkotori oleh aneka ragam lilitan tali dan paku.

“Andai pohon itu bisa bicara pasti tersisa oleh lilitan-lilitan tali ataupun lampu hias, apalagi paku,” ucap Hamdanoor, warga Pelaihari.

BACA JUGA: Aktif Produksi Gula Merah, Warga Batilai Tanahlaut Sehari Hasilkan 15 Kilogram

Menurutnya mesti ada aturan yang khusus dibikin untuk mengatur mengenai hal tersebut.

Pasalnya hal yang kerap terjadi selama ini, pohon penghijauan seolah menjadi tiang untuk kegiatan promosi produk, promosi kegiatan hingga untuk memudahkan orang memasang terpal.

“Masalahnya kan biasanya setelah selesai, tali-tali atau paku-paku yang ditancapkan tak dilepas, dibiarkan begitu saja. Gak enak juga dipandang,” timpal Jahrani, warga Angsau.

Pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2022 kemarin, Palang Merah Indonesia (PMI) Tala pun turun tangan.

Mereka melepaskan beragam jenis tali/lampu yang melilit di pepohonan penghijauan di tepi jalan raya di Kota Pelaihari yang tak tergunakan lagi, termasuk paku.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum menjaga kebersamaan dan kesepahaman pentingnya lingkungan dan ekosistem yang baik di tengah-tengah kehidupan manusia.

Ketua PMI Tala H Syahrian Nurdin mengatakan merawat pepohonan merupakan hal yang dianjurkan dan bernilai ibadah.

“Tiap kebaikan yang diberikan pepohonan kepada makhluk hidup akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi mereka yang menanam, merawat dan menjaganya,” ucapnya.

BACA JUGA: Mendag Mengaku Distribusi Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Dipantau Secara Real Time

Ia menegaskan pepohonan yang dirawat dan dipelihara tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Tala.

Namun juga bermanfaat bagi masyarakat global di dunia yaitu untuk membantu mengurangi naiknya temperatur bumi sebagai efek rumah kaca akibat polusi udara yang terjadi di mana-mana.

Karena itu pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 pihaknya berpartisipasi secara aktif dengan melakukan kegiatan berupa pembersihan pohon dari paku-paku, lilitan tali maupun bekas-bekas kabel lampu hias yang sudah tidak dipergunakan.

Hal tersebut wujud kepedulian terhadap kehidupan pepohonan di sepanjang jalan protokol di kota Pelaihari.

“Sangat banyak polusi udara berupa karbon dioksida (CO2) yang diserap pepohonan dan sumbangan oksigen (02) yang diberikan untuk kelangsungan kehidupan manusia. Karena itu kita mesti menjaga dan merawat pepohonan,” tandasnya.

Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id