BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Demi mengangkat kesenian teater tradisional Damarwulan yang sudah mulai minim pelaku seninya, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan mencoba menghidupkan kembali dengan cara ini.
Kepala Taman Budaya Provinsi Kalsel Suharyanti mengatakan, teater Damarwulan makin redup eksistensinya, sehingga diupayakan untuk dibangkitkan kembali.
# Baca Juga :Di Kota Banjarmasin Harga Bawang Merah Tembus Rp 70 Ribu Per Kg, Disperdagin: Stok Aman
# Baca Juga :Sistem PPDB Sudah Dibuka, Orangtua Siswa di Banjarmasin Banyak Kurang Paham
# Baca Juga :Kloter Terakhir CJH Embarkasi Banjarmasin Berangkat ke Tanah Suci, Ini Komitmen Kemenkumham Kalsel
# Baca Juga :FAKTA Rumah Pensiunan Dishub Banjarmasin Terbakar, Kai Yamin Lagi Dengar Ceramah
“Intinya karena teater tradisi Damarwulan salah satu kesenian yang hampir tidak pernah ditampilkan lagi atau diminta pada acara-acara di masyarakat seperti di acara perkawinan atau acara kegiatan desa,” ujar di Kota Banjarmasin, Rabu (22/6/2022).
Teater yang menceritakan lakon kerajaan zaman dahulu seperti cerita wayang tersebut saat ditampilkan Taman Budaya pada 19 Juni 2022 di panggung terbuka Taman Budaya cukup menarik keingintahuan masyarakat.
“Artinya masyarakat masih tertarik dengan kesenian ini, dulu termasuk pentas teater yang disukai warga Banjar, sebab dimainkan juga dengan jenaka,” tutur Suharyanti.
Dinamakan teater Damarwulan, karena teater ini dulunya pentas malam hari yang hanya diterangi obor dari getah kayu damar dan diterangi bulan purnama, hingga jadi disebutnya Damarwulan tersebut.
Suharyanti mengakui tidak mudah lagi menampilkan teater tradisi yang banyak seniman terlibat main di dalamnya ini seperti aslinya dulu, hingga kini ada sedikit modifikasi kekinian.
“Tapi tetap lebih besar pakemnya ditampilkan,” ujarnya.










